cara mengontrol asma

Cara Mengontrol Asma dan Mengatasi Sesak Nafas Karena Asma

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran pernapasan atau saluran udara di paru-paru dengan gejala seperti batuk, sesak nafas dan mengi. Gejala dapat memburuk tergantung pada derajat atau tingkat keparahan asma, sehingga penderita harus mengetahui cara mengontrol asma dan mengendalikan penyakit ini.

Diperlukan langkah-langkah untuk mengontrol dan mengelola asma dengan baik agar asma tidak menjadi parah dan mengganggu aktivitas. Sebab, jika asma tidak ditangani dengan baik, bisa berujung pada kematian si penderita.

Penyebab Asma yang Tidak Terkontrol

Sebelum mengetahui cara mengontrol asma, penting untuk mengetahui penyebab asma yang tidak terkontrol. Dapat dikatakan asma dapat terkontrol dengan baik jika tidak ada gejala asma pada malam hari sebelum dini hari.

Kemudian, jika gejala asma berkembang, mereka dapat dengan mudah diatasi dengan perubahan Arus Puncak Ekspirasi(APE) harian tidak naik dan turun kurang dari 20%. Selain itu asma juga tidak mengganggu aktivitas dan kegiatan, tidak menimbulkan efek samping obat, dan penggunaan obat asma tetap sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Sedangkan asma yang tidak terkontrol terjadi karena beberapa alasan, yaitu:

  • Obat-obatan tersedia, tetapi kurang tepat untuk menggunakannya
  • Obatnya ada tapi kamu tidak tahu cara menggunakannya
  • Obat tersedia tetapi Anda tidak tahu cara menggunakan obatnya
  • Obat-obatan tidak tersedia karena ketidakcukupan ekonomi
  • Obat tidak tersedia karena tidak diberikan karena tidak mengetahui sejauh mana perkembangan asma pasien
  • Pasien tidak patuh karena tidak memahami pola perjalanan penyakit asma
  • Pasien tidak patuh karena komunikasi yang terbatas antara penyedia dan pasien

Cara Mengontrol Asma yang Praktis

Anda dapat melakukan beberapa cara mengontrol asma Anda agar gejala yang dialami tidak semakin parah. Berikut beberapa langkah pengendalian asma menurut pengalaman saya sebagai penulis yang memang penderita Asma yang sudah mengidap penyakit ini sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, diantaranya adalah :

1. Pengertian Asma

Asma adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus atau kepekaan saluran napas terhadap berbagai rangsangan. Hal ini menyebabkan penyempitan saluran udara.

Pola penyakit asma pada umumnya bersifat volatil, artinya pola penyakit dapat berbeda dari waktu ke waktu, dapat tenang dan terkendali tanpa gejala, namun serangan dapat terjadi bila terkena faktor pemicu. Saat asma menyerang, mengganggu aktivitas dan menimbulkan gejala asma seperti batuk, keluarnya lendir dan sesak napas dengan atau tanpa mengi.

Individual artinya setiap orang memiliki derajat penyakit yang berbeda serta pemicu dan jenis obat yang digunakan serta cara mengontrol asma yang berbeda – beda pula.

2. Penilaian tingkat keparahan penyakit

Penting untuk mengetahui tingkat keparahan dan gejala asma untuk menentukan jenis pengobatan. Penderita asma dibagi berdasarkan gejala klinis dan fungsi paru menjadi derajat.

  • Asma intermiten: frekuensi kekambuhan kurang dari sekali seminggu dengan serangan singkat kurang dari dua kali di malam hari membutuhkan cara mengontrol asma yang disiplin.
  • Asma persisten ringan: sering kambuh lebih dari sekali seminggu, tetapi kurang dari sekali sehari. Ketika kambuh mengganggu aktivitas dan mengganggu tidur cara mengontrol asma yang teratur akan membantu penderita ini lebih sehat.
  • Asma persisten ringan: Gejala terjadi setiap hari sehingga terkadang memerlukan obat bronkodilator untuk mengurangi keluhan.
  • Asma berat persisten: Gejala yang menetap sampai mengganggu aktivitas. Kondisi seperti ini memerlukan penanganan khusus dari dokter.

3. Gunakan obat yang tepat

Bagian ini digunakan untuk memilih obat dan merencanakan perawatan. Dengan kepatuhan dan pengobatan yang tepat, diharapkan derajat asma akan lebih ringan dan jumlah obat yang digunakan akan berkurang. Jika pengobatan tidak tepat dan pasien tidak patuh, tingkat keparahan asma akan meningkat

Berdasarkan mekanisme tersebut, pengelolaan obat asma terdiri dari obat kontrol (obat pengontrol asma) dan obat pereda (obat pernapasan). Obat pengontrol asma bersifat anti-inflamasi dan diberikan dalam jangka waktu yang lama dan dosisnya dikurangi secara bertahap. Alat bantu pernapasan digunakan untuk membersihkan jalan napas.

4. Hindari faktor pemicu

Penderita asma harus mengetahui penyebab serangan asma. Setiap orang memiliki sensitivitas dan tipe pemicu yang berbeda. Namun, ada banyak pemicu yang harus dihindari yang merupakan salah satu cara mengontrol asma pada penderita, yaitu:

  • Infeksi virus, terutama yang berhubungan dengan penyakit pernapasan, seperti flu biasa dan influenza.
  • Asap rokok
  • Aktivitas fisik yang berlebihan atau jangan kecapekan.
  • Alergi, seperti kotoran tungau, debu rumah, serbuk sari, jamur dan hewan peliharaan.
  • Bahan makanan, pengawet, perasa dan pewarna (dalam kasus ini yang jarang terjadi)
  • Iritasi lingkungan seperti debu, polusi, asap kayu dan asap kebakaran hutan
  • Perubahan suhu udara dan cuaca
  • Faktor lingkungan dari tempat kerja, seperti debu kayu, bahan kimia atau garam mineral
  • Bahan kimia dan bau yang kuat seperti parfum dan pembersih rumah tangga
  • Obat-obatan tertentu, seperti aspirin juga beberapa obat tekanan darah
  • Ketegangan atau agitasi yang ekstrem (termasuk tertawa atau menangis berlebihan)
  • Stress atau memikirkan hal yang mengganggu pikiran terlalu berlebih

5. Atasi serangan akut dengan segera

Ketika serangan asma terjadi, diperlukan cara mengontrol asma dan tindakan pertolongan pertama asma yang menyelamatkan jiwa. Berikut adalah pertolongan pertama untuk serangan asma:

  • duduk tegak. Jangan biarkan orang dengan serangan asma sendirian.
  • Semprotkan inhaler asma Anda hingga maksimal 10 semprotan setiap 30 hingga 60 detik.
  • Tunggu 4 menit. Jika ada sedikit atau tidak ada perbaikan, segera hubungi ambulans.
  • Lakukan langkah ini sampai ambulans tiba.

6. Meningkatkan Kebugaran Fisik

Meski mengidap asma, bukan berarti Anda harus berhenti berolahraga. Dimana itu sebagai salah satu cara mengontrol asma dan itu tetap penting untuk kesehatan. Namun jangan berlebihan karena itu bahkan bisa jadi penyebab asma anda. Anda bisa memilih kegiatan olahraga atau fitnes sesuai anjuran dokter, dan gejalanya bisa diatasi dengan obat tambahan atau latihan pemanasan sebelum memulai. Penting untuk memulai hidup sehat, seperti berhenti merokok dan menghindari asap rokok.

7. Periksa Secara Teratur

Selalu lakukan pemeriksaan rutin untuk melihat seberapa jauh perkembangan asma Anda. Jangan abaikan tanda-tanda asma Anda tidak terkendali, seperti penggunaan inhaler yang berlebihan. Karena bisa melebihi dosis yang dianjurkan.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.